twitter
rss

Hallooo teman-teman blogger...

Kesempatan kali ini saya akan berbagi aplikasi game yang saya buat sendiri menggunakan software Adobe Flash CS6. Saya membuat game ini karena adanya penulisan ilmiah untuk jenjang D3 Jurusan Manajemen Informatika Universitas Gunadarma yang diharuskan untuk membuat aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Aplikasi game ini bisa dimainkan di PC atau pun Laptop, dan saya mengkhususkan anak-anak yang berusia 5-12 untuk memainkan game ini, yang bertujuan supaya anak-anak merasa betah dan tidak bermain di luar pada saat tidak ada orang tua yang mengawasi. Ehhh tapi jangan salah, bukan cuma anak-anak yang bisa memainkan game ini, remaja sampai dewasa pun bisa memainkannya lohhh untuk mengusir penat setelah beraktivitas.

Sebelum download gamenya, lebih baik lihat tampilan gamenya dulu ya, nih ada di bawah :


Tampilan menu utama


Tampilan Pilih stage game



Tampilan Cara bermain


Tampilan pilihan tombol Keluar


Tampilan Stage 1


Tampilan Stage 2


Tampilan Stage 3


Tampilan Lanjut stage 2


Tampilan Lanjut Stage 3


Tampilan Game over


Tampilan Finish



Game yang saya buat masih sangat sederhana, saya harap jika ada yang ingin mengembangkan game tersebut bisa hubungi saya di alamat email: biancaayus@gmail.com

Berikut ini adalah link untuk mendownload game tersebut :



Semoga bermanfaat ya, game ini bisa dibagikan ke anak, adik, sepupu, atau pun tetangga kalian...

Jangan disalahgunakan yahhh:)



With love,

Bianca Ayu Saraswati

Nama : Bianca Ayu Saraswati
NPM  : 32114158
Kelas  : 3DB01



     Pengertian Bank menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Bank adalah badan usaha kekayaan terutama didalam bentuk aset keuangan (financial assets) dan juga bermotifkan profit serta sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja.

       Pengertian Bank menurut UU No.10 Thn 1998 ialah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan juga menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau juga bentuk-bentuk lainnya dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.


     Pengertian  Jasa-Jasa Bank (Fee based income) menurut  Kasmir(2001:109) adalah keuntungan yang didapat dari transaksi yang diberikan dalam jasa-jasa bank lainnya atau selain spread based. Dalam PSAK No.31 Bab I huruf A angka 03 dijelaskan bahwa dalam operasinya, bank melakukan penanaman dalam aktiva produktif seperti kredit dan surat-surat berharga juga dapat memberikan komitmen dan jasa-jasa lain yang digolongkan sebagai “fee based operation”, atau “off balance sheet activities”.      



     Jasa-jasa bank merupakan kegiatan perbankan yang ketiga, tujuan pemberian jasa-jasa bank ini adalah untuk mendukung dan memperlancar kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana. Lengkap atau tidaknya jasa bank yang diberikan sangat tergantung dari kemampuan bank tersebut, baik dari segi modal, perlengkapan fasilitas, sampai kepada personel yang mengoperasikannya. Semakin lengkap tentunya semakin banyak modal yang dibutuhkan untuk melengkapi peralatan dan personelnya.
      
      Disamping itu, kelengkapan jasa bank ini tergantung dari jenis bank apakah bank umum atau bank perkreditan rakyat atau dapat pula dilihat dari segi status bank tersebut apakah bank devisa atau non devisa. Jika bank tersebut berstatus bank devisa, maka jenis jasa bank yang ditawarkan akan lebih lengkap dibandingkan dengan bank non devisa.


      Jenis Jasa-jasa Bank:

     1. Inkaso

Inkaso adalah kegiatan jasa Bank untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat. Sebagai imbalan jasa atas jasa tersebut biasanya bank menerapkan sejumlah tarif atau fee tertentu kapada nasabah atau calon nasabahnya. Tarif tersebut dalam dunia perbankan disebut dengan biaya inkaso. Sebagai imbalan bank meminta imbalan atau pembayarn atas penagihan tersebut disebut dengan biaya inkaso.

      2.Transfer

Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.

       3. Safe Deposit Box (Kotak Penyimpanan)

Safe Deposit Box (SDB) adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat-surat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja dan ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh dan tahan api untuk menjaga keamanan barang yang disimpan dan memberikan rasa aman bagi penggunanya.

       4. Letter of Credit (L/C)/Ekspor Impor

Letter of Credit atau (Surat Kredit Berdokumen) merupakan salah satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka pembelian barang, berupa penangguhan pembayaran pembelian oleh pembeli sejak LC dibuka sampai dengan jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Berdasarkan pengertian tersebut, tipe perjanjian yang dapat difasilitasi LC terbatas hanya pada perjanjian jual – beli, sedangkan fasilitas yang diberikan adalah berupa penangguhan pembayaran.

       5. Travellers Cheque

Travellers cheque yaitu sejenis kertas berharga yang dikenal dan dipergunakan oleh masyarakat internasional sebagai alat tukar/alat pembayaran sah atau cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian.





Referensi:
http://www.gurupendidikan.com/pengertian-bank-menurut-para-ahli-2/
(diakses pada tanggal 3 Maret 2017 jam 21.53)
http://ekouh.blogspot.co.id/2015/06/jasa-jasa-bank-fee-base-income.html 
(diakses pada tanggal 3 Maret 2017 jam 22.00)
https://marissadewi.wordpress.com/2013/05/18/pengertian-jasa-jasa-bank-fee-based-income/
(diakses pada tanggal 3 Maret 2017 jam 22.15)
http://www.gurupendidikan.com/pengertian-bank-menurut-para-ahli-2/
(diakses pada tanggal 3 Maret 2017 jam 22.05)

PENGENDALIAN : TUJUAN, ANCAMAN, DAN PROSEDUR


Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai:
  1. Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar.
  2. Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi).
  3. Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat.
  4. Semua transaksi dicatat dengan akurat.
  5. Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian.
  6. Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.



A. Masalah-masalah Umum Pengendalian Internal
Dari penjelasan diatas maksudnya adalah dalam suatu pekerjaan pasti ada saja trouble yang ada pada customer, pada tahap ini saya menjelaskan hanya internalnya saja
yakni:
Ancamannya adalah Kehilangan data, Kinerja yang buruk.
adapun prosedur pengendalian yang dapat diterapkan dalam hal ini, dalam kehilangan data yang dapat dilakukan adalah prosedur cadangan artinya kita harus mempunyai backup an data agar tidak terjadi kesalahan yang fatal jika data hilang.
kemudian ancaman yang terjadi pada kinerja yang buruk dapat dilakukan prosedur persiapan dan tinjauan laporan kinerja artinya jika kita memilih orang yang akan kita pekerjakan seharusnya kita lihat dulu secara mendalam,agar terlihat skills yang ada pada diri orang tersebut,nah disitulah dapat dikatakan sebagai prosedur persiapan.
jika sudah melakukan prosedur tersebut selanjutnya kita tinjau bagaimana kinerjanya, apakahmemenuhi syarat yang berlaku atau tidak. Karena hal ini sangatlah penting dilakukan jika kita ingin mendapatkan tenaga profesional.
B. Pertimbangan Pengendalian Internal
> Entri pesanan penjualan <
ANCAMAN :
  1. Pesanan pelanggan tidak lengkap atau tidak akurat.
  2. Penjualan kredit memiliki catatan kredit yang buruk.
  3. Legitimasi pesanan.
  4. Habisnya persediaan, biaya penggudangan dan diskon.
PROSEDUR PENGENDALIAN :
  1. Pemeriksaan edit entri data.
  2. Persetujuan kredit oleh bagian kredit.
  3. Tanda tangan dokumen.
  4. Sistem pengendalian persediaan.
> Penagihan dan piutang usaha <
ANCAMAN :
  1. Kegagalan menagih pelanggan.
  2. Kesalahan dalam penagihan.
  3. Kesalahan dalam memasukan data ketika memperbaharui piutang.
PROSEDUR PENGENDALIAN :
  1. Pemisahan fungsi pengeriman dan penagihan.
  2. Pemberian nomer dokumen pengiriman secara periodic.
> Pengiriman <
ANCAMAN :
  1. Kesalahan pengiriman.
  2. Pencurian persediaan.
PROSEDUR PENGENDALIAN :
  1. Rekonsiliasi pesanan penjualan dengan kartu dan slip pengepakan.
  2. Pengendalian aplikasi entri data.
  3. Batasi akses fisik kepersediaan.
> Penagihan kas  <
ANCAMAN :
   1. Pencurian kas
PROSEDUR PENGENDALIAN : 
   1. Pemisahan tugas.
   2. Rekonsiliasi periodik laporan bank




Sumber:
 http://rizkimunazarmzr11.blogspot.co.id/2017/01/43-pengendalian-tujuan-ancaman-dan.html

PROSEDUR PEMROSESAN INFORMASI



Prosedur pemrosesan Informasi yang harus ada yaitu :
  a. Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan.
  b. Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan.
  c. Presentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang.
  d. Kepuasan pelanggan.
  e. Analisis pangsa pasar dan tren penjualan.

  f. analisis profitabilitas dan berdasarkan produk,pelanggan, dan area penjualan.

A.  Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan
1.   Data Operasional
Data operasional dibutuhkan untuk mengawasi kinerja dan untuk melakukan tugas-tugas rutin berikut ini :
· Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
· Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.
· Menentukan ketersediaan persediaan.
· Memilih metode untuk mengirim barang.
2.   Informasi Sekarang dan Masa Lalu
Informasi yang lampau dan yang saat ini diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis berikut ini :
· Menentukan harga produk dan jasa.
· Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi.
· Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan.
· Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek.
· Merencanakan kampanye pemasaran yang baru.
3.   Penilaian Kinerja
SIA juga harus menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja proses yang penting berikut ini :
· Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan.
· Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan.
· Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang.
· Tingkat dan tren kepuasan pelanggan.
· Analisis pangsa pasar dan tren penjualan.
· Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.
· Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan.
· Keefektifan iklan dan promosi.
· Kinerja staf penjualan.
· Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit.
B.  Model Data Siklus Pendapatan
1.Simple REA model data untuk revenue cycle.
2.REA model data yang menyediakan 1 proses untuk mendesign database yang terintegrasi antara finansial dan data operasi.
Gambar disamping merupakan contoh siklus pendapatan dengan model data REA,yang terdapat 1 proses yang telah terintegrasi dengan operasi data & finansial.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
http://rizkimunazarmzr11.blogspot.co.id/2017/01/42-prosedur-pemrosesan-informasi-sia.html

AKTIVITAS BISNIS SIKLUS PENDAPATAN


Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan – penjualan tersebut.Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dkimulai dari bagian penjualanotorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai denganpenerimaan kas.


Ada empat aktivitas dasar dasar bisnis dalam siklus pendapatan:  
  • Entri Pesanan Penjualan
Siklus pendapatan dimulai dari penerimaan pesanan dari para pelanggan. Departemen bagian pesanan penjualan, melakukan proses memasukkan pesanan penjualan. Dokumen yang dibuat dalam proses memasukkan pesanan penjualan (sales order). Proses memasukkan pesanan penjualan mencakup tiga tahap :
* Mengambil pesanan dari pelanggan.
* Memeriksa dan menyetujui kredit dari pelanggan.
* Serta memeriksa ketersediaan persediaan.
  • Pengiriman
Pengambilan dan Pengepakan pesananan
Kartu pengambilan barang yang dicetak sesuai dengan entri pesanan penjualan akan memicu proses pengmbilan dan pengepakan. 
Pengiriman pesanan
Departemen pengiriman membandingkan perhitungan fisik persediaan dengan jumlah yang ditunjukan dalam kartu pengambilan barang dan dengan jumlah yang ditunjukan dalam salinan pesanan penjualan yang dikirim secara langsung ke bagian pengiriman dari entri pesanan penjualan.

  • Penagihan dan Piutang Usaha
Penagihan
Dokumen dasar yang dibuat dalam proses penagihan adalah faktur penjualan yang memberitahukan pelanggan mengenai jumlah yang harus dibayar dan kemana harus mengirimkan pembayaran.
Pemeliharaan data piutang usaha
Fungsi piutang usaha yaitumenggunakan informasi dalam faktur penjualan untuk mendebit rekening pelanggan dan mengkredit rekening tersebut ketika pembayaran diterima.
  • Penagihan Kas
Langkah terakhir dari siklus pendapatan adalah menerima pembayaran. Yang melakukan aktivitas ini adlah kasir.









Sumber:
http://rizkimunazarmzr11.blogspot.co.id/2017/01/41-aktivitas-bisnis-siklus-pendapatan.html

ELEMEN PENGENDALIAN INTERNAL VERSI COSO 




Pengendalian intern terdiri dari 5 (lima) komponen yang saling berkaitan sebagai berikut:
  • Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian menyediakan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh di dalam lingkungan pengendalian antara lain integritas dan nilai etik, komitmen terhadap kompetensi, dewan direksi dan komite audit, gaya manajemen dan gaya operasi, struktur organisasi, pemberian wewenang dan tanggung jawab, praktik dan kebijkan SDM. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang lingkungan pengendalian untuk memahami sikap, kesadaran, dan tindakan manajemen, dan dewan komisaris terhadap lingkungan pengendalian intern, dengan mempertimbangkan baik substansi pengendalian maupun dampaknya secarakolektif.
  • Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk
mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. Penentuan risiko tujuan laporan keuangan adalah identifkasi organisasi, analisis, dan manajemen risiko yang berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan PABU. Manajemen risiko menganalisis hubungan risiko asersi spesifik laporan keuangan dengan aktivitas seperti pencatatan, pemrosesan, pengikhtisaran, dan pelaporan data-data keuangan. Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain perubahan dalam lingkungan operasi, personel baru, sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki, teknologi baru, lini produk, produk, atau aktivitas baru, restrukturisasi korporasi, operasi luar negeri, dan standar akuntansi baru.
  • Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwaarahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. Aktivitas pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diterapkan di berbagai tingkat organisasi dan fungsi. Umumnya aktivitas pengendalian yang mungkin relevan dengan audit dapat digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan review terhadap kinerja, pengolahan informasi, pengendalian fisik, dan pemisahan tugas. Aktivitas pengendalian dapat dikategorikan sebagai berikut.

1.) Pengendalian Pemrosesan Informasi
  • pengendalian umum
  • pengendalian aplikasi
  • otorisasi yang tepat
  • pencatatan dan dokumentasi
  • pemeriksaan independen
2.) Pemisahan tugas
3.) Pengendalian fisik
4.) Telaah kinerja
  • Informasi Dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka. Sistem informasi yang relevan dalam pelaporan keuangan yang meliputi sistem akuntansi yang berisi metode untuk mengidentifikasikan, menggabungkan, menganalisa, mengklasikasi, mencatat, dan melaporkan transaksi serta menjaga akuntabilitas asset dan kewajiban. Komunikasi meliputi penyediaan deskripsi tugas individu dan tanggung jawab berkaitan dengan struktur pengendalian intern dalam pelaporan keuangan. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang sistem informasi yang relevan dengan pelaporan
keuangan untuk memahami :
  1. Golongan transaksi dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan
  2. Bagaimana transaksi tersebut dimulai
  3. Catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam   pengolahan dan pelaporan transaksi
  4. Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan dimasukkan ke dalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik yang digunakan untuk mengirim, memproses, memelihara, dan mengakses informasi.
  • Pemantauan / Monitoring
Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya. Di berbagai entitas, auditor intern atau personel yang melakukan pekerjaan serupa memberikan kontribusi dalam memantau aktivitas entitas. Aktivitas pemantauan dapat mencakup penggunaan informasi dan komunikasi dengan pihak luar seperti keluhan pelanggan dan respon dari badan pengatur yang dapat memberikan petunjuk tentang masalah atau bidang yang memerlukan perbaikan. Komponen pengendalian intern tersebut berlaku dalam audit setiap entitas. Komponen tersebut harus dipertimbangkan dalam hubungannya dengan ukuran entitas, karakteristik kepemilikan dan organisasi entitas, sifat bisnis entitas, keberagaman dan kompleksitas operasi entitas, metode yang digunakan oleh entitas untuk mengirimkan, mengolah, memelihara, dan mengakses informasi, serta penerapan persyaratan hukum dan peraturan.

Fokus Internal COSO:
  1. Fokus Pengguna Utama adalah manajemen.
  2. Sudut pandang atas internal control adalah kesatuan beberapa proses secara umum.
  3. Tujuan yang ingin dicapai dari sebuah internal control adalah pengoperasian sistem yang efektif dan efisien, pelaporan laporan keuangan yang handal serta kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.
  4. Komponen/domain yang dituju adalah pengendalian atas lingkungan, manajemen resiko, pengawasan serta pengendalian atas aktivitas informasi dan komunikasi.
  5. Fokus pengendalian dari eSAC adalah keseluruhan entitas.
  6. Evaluasi atas internal control ditujukan atas seberapa efektif pengendalian tersebut diterapkan dalam poin waktu tertentu.
  7. Pertanggungjawaban atas sistem pengendalian dari eSAC ditujukan kepada manajemen.
Kelemahan pengendalian internal menurut COSO :
Aktifitas pengendalian, sebagai komponen kerja dari struktur pengendalian internal COSO membahas pengendalian dari sisi pelaporan keuangan dan sisi sistem informasi (pengendalian umum dan pengendalian aplikasi).



















Sumber:
https://arifashkaf.wordpress.com/2015/12/09/3-7-sebutkan-dan-jelaskan-elemen-pengendalian-internal-versi-coso/

PENGENDALIAN INTERN (INTERNAL CONTROL)



Dalam teori akuntansi dan organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).

Adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan dan prosedur yang digunakan secara langsung dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan peraturan, hal ini disebut Pengendalian Intern, atau dengan kata lain bahwa pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menyediakan informasi keuangan yang handal serta menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.

Pada tingkatan organisasi, tujuan pengendalian intern berkaitan dengan keandalan laporan keuangan, umpan balik yang tepat waktu terhadap pencapaian tujuan-tujuan operasional dan strategis, serta kepatuhan pada hukum dan regulasi. Pada tingkatan transaksi spesifik, pengendalian intern merujuk pada aksi yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (mis. memastikan pembayaran terhadap pihak ketiga dilakukan terhadap suatu layanan yang benar-benar dilakukan). Prosedur pengedalian intern mengurangi variasi proses dan pada gilirannya memberikan hasil yang lebih dapat diperkirakan.

TUJUAN PENGENDALIAN INTERN  :
1. Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai.
2. Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya.
3. Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

SASARAN PENGENDALIAN INTERN
1. Mendukung operasi perusahaan yang efektif dan efisien.
2. Laporan Keuangan yang handal/akuntabel
3. Perlindungan asset
4. Mengecek keakuratan dan kehandalan data akuntansi
5. keseduaan dengan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku
6. membantu menentukan kebijakan manajerial





















Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern
https://sasteralupus.wordpress.com/2009/11/04/pengendalian-intern/